Jumat, 13 April 2012

Fisiologi Perkecambahan


Untuk  memulai  kehidupannya,  biji  harus  berkecambah
menjadi  tanaman  baru.  Perkecambahan  biji  dimulai  dengan
imbibisi dan diakhiri ketika radikula memanjang atau muncul
melewati  kulit.  Perkecambahan  biji  dapat  dibagi  menjadi
4  tahap,  yaitu:
-Hidrasi  atau  imbibisi;  selama  kedua  periode  tersebut,  air
masuk ke dalam embrio dan membasahi protein dan koloid
lain.
-Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan
peningkatan  aktivitas  metabolik.
-Pemanjangan sel radikula, diikuti munculnya radikula dari
kulit biji.
-Pertumbuhan kecambah selanjutnya adalah pertumbuhan
primer.    

Perkecambahan

Perkecambahan  adalah  peristiwa  tumbuhnya  embrio  di
dalam  biji  menjadi  tanaman  baru.  Biji  akan  berkecambah  jika
berada dalam lingkungan yang sesuai.   Proses perkecambahan
ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai,
persediaan  oksigen  yang  cukup,  kelembapan,  dan  cahaya.
Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan
dikotil  akan  menghasilkan  struktur  kecambah  yang  berbeda
pula.  Pada  tumbuhan  monokotil,  struktur  kecambah  meliputi
radikula,  akar  primer,  plumula,  koleoptil,  dan  daun  pertama.
Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar
primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama.

Pertumbuhan Primer

Setelahprosesperkecambahan,tumbuhanmengalami
pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Tumbuhan
akan membentuk akar, batang, dan daun. Ujung batang
dan ujung akar akan tumbuh memanjang karena adanya
aktivitassel-selmeristematis.Prosesinidisebut pertumbuhan
primer. Sel-sel meristem dapat juga berdiferensiasi menjadi
sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus.
Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung
akar  dapat  dibedakan  menjadi  3  daerah,  yaitu: 

Pertumbuhan Sekunder

Di  antara  xilem  dan  floem  terdapat  kambium  yang  sel-
selnya aktif membelah. Pada tumbuhan dikotil, jaringan xilem
dan  floem  primer  terdapat  pada  batang  dan  akar  yang  hidup
selama  periode  yang  relatif  pendek.  Kemudian,  fungsinya
diambil alih oleh jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkan
oleh kambium yang aktif membelah. 
Pertumbuhan  kambium  ke  arah  luar  membentuk  floem
sekunder,  dan  ke  arah  dalam  membentuk  xilem  sekunder
sehingga  batang  tumbuhan  bertambah  besar.  Aktivitas
kambium  yang  membentuk  xilem  dan  floem  sekunder  ini
disebut  pertumbuhan  sekunder.  Semua  jaringan  yang  ada  di
sebelah dalam kambium disebut kayu, sedangkan di sebelah luar
kambium  disebut  kulit atau  papagan.
Pembentukan  xilem  dan  floem  sekunder  pada  batang
terjadi karena aktivitas kambium yang dipengaruhi oleh musim.
Jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, maka aktivitas
kambium menjadi rendah sehingga xilem dan floem sekunder
yang dihasilkan sedikit.  Namun sebaliknya, pada musim hujan,
aktivitas  kambium  ini  akan  meningkat.  Perbedaan  aktivitas
kambium  akan  menghasilkan  jejak  pada  batang  yang  disebut
lingkaran  tahun.
Pertumbuhan  dan  perkembangan  tumbuhan  sangat
dipengaruhi  oleh  faktor  dalam  dan  faktor  luar  tumbuhan.
Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh
tumbuhan  antara  lain  faktor  genetik  yang  terdapat  di  dalam
gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk
mengendalikan   proses   kimia   dalam   sel.   Hal   ini   yang
menyebabkan  pertumbuhan  dan  perkembangan.  Sedangkan,
hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu
menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.
Faktor  luar  tumbuhan  yang  sangat  mempengaruhi
pertumbuhan  dan  perkembangan  tumbuhan,  yaitu  faktor
lingkungan  berupa  cahaya,  suhu,  oksigen  dan  kelembapan.