Kamis, 02 Mei 2013

Masa-Masa Berorganisasi Di Kampus

Mungkin ini akan selalu tersimpan didalam album kenangan blog ini (hanya sebagian kecil saja), hehehehe





Minggu, 28 April 2013

Kemunculan Pahlawan Baru : Gigi Sakti (bagian 2 dari 2)

lanjutan dari kisah sebelumnya...
http://jadibrilian.blogspot.com/2013/04/kemunculan-pahlawan-baru-gigi-sakti.html

Pada suatu ketika dihari Selasa, si Supar benar-benar marah dan malu atas kelakuan teman-temannya yang terus meledeknya dengan sebutan si gigi mrongol (tonggos -red) di sekolahnya. Diapun lari menuju laboratorium kimia  dengan tujuan ingin mengakhiri hidupnya dengan meminum semua cairan kimia. Susah payah dia mencari kunci lemari yang berisi cairan-cairan berbahaya, namun hasilnya nihil. Karena saking lelahnya mencari diapun akhirnya mengantuk dan tertidur.

Tiba-tiba dia dibangunkan oleh suara petir yang sangat keras 'guedeeerrrr'. 'Seleketep' ungkapnya seketika karena saking kagetnya. 'Waduh, kok gelap nih'. Lalu dia melihat jam ditangan dan ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.07 WIB. 'ala mak paten kali, aku udah ketiduran mpe jam segini'. bergegas dia lari menuju pintu. Dan apesnya pintupun terkunci. Dia kebingungan  teriak-teriak minta tolong. Tapi sayangnya tak ada satu orang pun  yang berada di sekitar sana kecuali si Supar. 

Hujanpun semakin lebat, gemuruh petir semakin gaduh tiada terkira. Supar jadi ketakutan tiada tara. Kilaatan-kilatan itu terus menyambar disekeliling lab kimia. Tiba-tiba 'DUAAARRR' petir itu menyambar lab kimia dengan dahsyatnya. Seluruh isi lemari yang berisikan bahan-bahan kimia seperti: H20, C02, MSG, MONOSODIUM GLUTAMAT, ASPIRIN, FLUORIDE, ASAM FOLAT, NATRIUM, KOLESTEROL, KARBOHIDRAT DLL pecah tumpah tiada arah. Tak dapat dihindari si Supar terciprat semua cairan dan terkena sambaran petir yang sangat cetar membahana badai itu. Seluruh bangunan lab hancur luluh lantah bagaikan bukit bebatuan yang berubah menjadi padang pasir yang tandus.

Singkat cerita, dipagi harinya banyak warga berkerumun ke lab kimia yang telah terkena sambaran petir itu. 'DESSINGGG, DIARRRR' begitulah kira2 suara yang keluar dari bongkahan bangunan, Warga dikejutkan oleh sesosok manusia yang keluar dari silaunya cahaya yang menyerupai silaunya lampu di pasar malam. 'buset, ada sesosok manusia keluar dari sana' teriak salah satu warga. Wargapun ketakutan lari luluh lantah tak beraturan. Salah satu warga yang berteriak tadi ternyata tidak ikut berlari, tapi langsung menghampiri sesosok manusia itu. 'lho, ini kan si Supar mrongol anaknya pak Sartokim, woy bapak2 ibu2 jangan pada takut ini si Supar'. Bergegas warga langsung menolong dan membantunya.

'Lho par kok gigi kamu gak mrongol lagi' celetuk salahsatu warga ketika menolong si Supar. 'ziiiyeeengggg' cahaya putih dan menyilaukan keluar dari gigi supar ketika memulai untuk berbicara. 'buzzssyeeet apaan tuh, silau sekaliiii'. Seketika itu supar langsung menutup mulutnya. 'jangan2 kamu mendapatkan kekuatan super yang didapat dari sambaran petir tadi malam, seperti di film2 jepang yg sudah sering aku tonton' ceplos seorang warga yang sangat menyukai film2 fantasi jepang seperti Ultramen dan kamen rider.

Memang benar sodara2 ternyata Supar telah mendapatkan kekuatan super yg didapat dari sambaran petir dan campuran bahan kimia. Kekuatan super itu mengumpul dan menyatu digiginya dikarenakan semua amarah dan energinya terpusat pada giginya yang mrongol itu, sehigga giginyapun sudah tidak mrongol dan berubah menjadi sakti. Telisik-punya telisiK kekuatan dahsyat itu keluar ketika Supar menyatukan giginya alias MRINGIS. 

Dan Ternyata, sambaran petir itu tidak hanya semata2 sambaran biasa, namun telah membawa mahluk asing jatuh ke Bumi.

beginilah penampakan si Supar ....



Bagaimanakah kelanjutan kisah ini?
Akupun tak tau, hahahaha
nantikan kisah berikutnya (meksa banget, xixixixi)

Kemunculan Pahlawan Baru : Gigi Sakti (bagian 1 dari 2)

Berawal dari kisah seorang anak muda yang bernama Supartino. Kira-kira beginilah ceritanya:


Pada awal tahun 90-an hiduplah seorang anak yang bernama Supartino.Dia anak yang sangat lugu dan unyu2. dikala itu dia masih duduk di Kursi SMP. Kenapa dia duduk dan tidak berdiri di SMP? (ya iya lah emangnya dia satpam sekolah, wkwkwk). lanjutt...
Dia merupakan anak Pertama dari kedua orang tuanya. Anaknya memang cukup memiliki kelebihan yaitu pada giginya. Tak ayal teman2nya pun suka sekali meledeknya. 

Dikala Kemalasan Sudah Menjadi Kebiasaan

Selama ini aku hidup dalam kenyamanan. Tidak merasa hebat sama sekali bagiku. Kemalasan demi kemalasan yang selalu hinggap di Jiwaku, belum juga menyadarkanku betapa pentingnya waktu. Beberapa kali sudah ku merasakan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan waktu. Namun jiwa malas itu selalu muncul dalam diriku. Tak ayal otakku pun kosong tak berisi apa-apa (sunggung mubazir otak ini terlalu lama diistirahatkan).

Pernah suatu ketika aku membayangkan, mengapa aku seperti ini, sungguh bodohnya aku, menghafal saja tidak bisa bertahan lama, sehari bahkan satu jam hafalan yang pernah aku hafal hilang seketika. Ya Allah sebegitu malasnya saya sampai-sampai menghafalpun cepat lupa. 

Ya Allah Aku ingin berubah, meninggalkan kemalasan ini untuk selamanya....
tolong ridhoilah niat dan doa hambaMu ini, aamiin...

#Coretan yang absurb 
#aneh tapi aku ga perduli, yg penting aku ya aku, bukan kamu...
:-)

Selasa, 24 April 2012

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN

UNTUK YANG KESEKIAN KALINYA
SAYA MENGINGATKAN, JANGAN SUKA
CARI MAKALAH YANG UDAH JADI
TRUS DIKUMPUIN BUAT
TUGAS DENGAN MAKSUD CUMA
GANTI NAMA PEMBUAT ASLINYA,
ITU SANGAT TERR-LAA-LUU.....

MAKALAH METOPEN

LAGI2 KETEMU GUE,
AH LU SUKANYA COPAS SICH.
USAHA DIKIT NAPA
PLAGIASI TINGKAT BERAT ITU DILARANG

SO JANGAN COBA2

MAKALAH MIPM

HAHAHAHAHAAA....

PASTI PADA MALES YA BIKIN MAKALAH, JADINYA SEARCH....

EH TERNYATA MAMPIR DIMARI

WKWKWK

USAHA DONG JANGAN COPAS MULU...

Senin, 16 April 2012

Respirasi Anaerob



Respirasi  anaerob  merupakan  respirasi  yang  tidak
menggunakan  oksigen  sebagai  penerima  akhir  pada  saat
pembentukan  ATP.  Respirasi  anaerob  juga  menggunakan
glukosa sebagai substrat. Respirasi anaerob sering disebut juga
fermentasi.
Organisme yang melakukan fermentasi di antaranya adalah
bakteri  dan  protista  yang  hidup  di  rawa,  lumpur,  makanan
yang   diawetkan,   atau   tempat-tempat   lain   yang   tidak
mengandung  oksigen.
Beberapa  organisme  dapat  berespirasi  menggunakan
oksigen,  tetapi  dapat  juga  melakukan  fermentasi.  Organisme
seperti  ini  melakukan  fermentasi  jika  lingkungannya  miskin
oksigen. Sebagai contoh, sel-sel otot dapat melakukan respirasi
anaerob  jika  kekurangan  oksigen.
Pada fermentasi, glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam
piruvat, 2 NADH, dan terbentuk 2 ATP. Tetapi, fermentasi tidak
bereaksi  secara  sempurna  memecah  glukosa  menjadi  karbon
dioksida dan air, serta ATP yang dihasilkan pun tidak sebesar
ATP yang dihasilkan dari glikolisis.
Dari  hasil  akhirnya,  fermentasi  dibedakan  menjadi
fermentasi  asam  laktat  dan  fermentasi  alkohol.



Sumber: 
Biologi  untuk  SMA/MA kelas  XII  Program  IPA Buku BSE Oleh Faidah dkk 

Transpor elektron


Transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria,
dan berakhir setelah elektron dan H + bereaksi dengan oksigen
yang berfungsi sebagai akseptor terakhir, membentuk H 2O. ATP
yang dihasilkan pada tahap ini   adalah 32 ATP.
Reaksinya kompleks, tetapi yang berperan penting adalah
NADH,  FAD,  dan  molekul-molekul  khusus,  seperti  Flavo
protein,  ko-enzim  Q,  serta  beberapa  sitokrom.  Dikenal  ada

beberapa sitokrom, yaitu sitokrom C 1, C, A, B, dan A  3. Elektron
berenergi  pertama-tama  berasal  dari  NADH,  kemudian
ditransfer ke FMN (Flavine Mono Nukleotida), selanjutnya ke Q,
sitokrom  C 1,  C,  A,  B,  dan  A3,  lalu  berikatan  dengan  H  yang
diambil  dari  lingkungan  sekitarnya.  Sampai  terjadi  reaksi
terakhir yang membentuk H  2O.
Secara  sederhana,  reaksi  transpor  elektron  dituliskan:
24e -    +  24 H+    +    6 O 2  ®  12 H  2O

Jadi, hasil akhir proses ini terbentuknya 32 ATP dan H 2O
sebagai hasil sampingan respirasi. Produk sampingan respirasi
tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh, pada tumbuhan
melalui  stomata  dan  melalui  paru-paru  pada  pernapasan
hewan  tingkat  tinggi.


Sumber: 
Biologi  untuk  SMA/MA kelas  XII  Program  IPA Buku BSE Oleh Faidah dkk 

Sifat-Sifat Enzim


Sebagai biokatalisator, enzim memiliki beberapa sifat antara
 lain :
-Enzim  hanya  mengubah  kecepatan  reaksi,  artinya  enzim
tidak  mengubah  produk  akhir  yang  dibentuk  atau
mempengaruhi keseimbangan reaksi, hanya meningkatkan
laju  suatu  reaksi.
-Enzim  bekerja  secara  spesifik,  artinya  enzim  hanya
mempengaruhi  substrat  tertentu  saja.
-Enzim merupakan protein. Oleh karena itu, enzim memiliki
sifat  seperti  protein.  Antara  lain  bekerja  pada  suhu
optimum,  umumnya  pada  suhu  kamar.  Enzim  akan
kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau
basa  kuat,  dan  pelarut  organik.  Selain  itu,  panas  yang
terlalu tinggi akan membuat enzim terdenaturasi sehingga
tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
-Enzim  diperlukan  dalam  jumlah  sedikit.  Sesuai  dengan
fungsinya  sebagai  katalisator,  enzim  diperlukan  dalam
jumlah yang sedikit.
-Enzim  bekerja  secara  bolak-balik.  Reaksi-reaksi  yang
dikendalikan  enzim  dapat  berbalik,  artinya  enzim  tidak
menentukan arah reaksi tetapi hanya mempercepat laju reaksi
sehingga tercapai keseimbangan. Enzim dapat menguraikan
suatu  senyawa  menjadi  senyawa-senyawa  lain.  
-Enzim  dipengaruhi  oleh  faktor  lingkungan.  Faktor-faktor
yang  mempengaruhi  kerja  enzim  adalah  suhu,  pH,
aktivator  (pengaktif),  dan  inhibitor  (penghambat)  serta
konsentrasi  substrat.

Auksin


Istilah auksin pertama kali digunakan oleh  Frits Went yang
menemukan  bahwa  suatu  senyawa  menyebabkan  pembeng-
kokan koleoptil ke arah cahaya. Pembengkokan koleoptil yang
terjadi  akibat  terpacunya  pemanjangan  sel  pada  sisi  yang
ditempeli  potongan  agar  yang  mengandung  auksin.
Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam
indol  asetat  (IAA).  Selain  IAA,  tumbuhan  mengandung  tiga
senyawa  lain  yang  dianggap  sebagai  hormon  auksin,  yaitu
4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda
jenis  kacang-kacangan,  asam  fenil  asetat  (PAA)  yang  ditemui
pada banyak jenis tumbuhan, dan asam indolbutirat (IBA) yang
ditemukan  pada  daun  jagung  dan  berbagai  jenis  tumbuhan
dikotil.
Auksin   berperan   dalam   berbagai   macam   kegiatan
tumbuhan  di  antaranya  adalah:
1)
Perkembangan  buah
Pada  waktu  biji  matang  berkembang,  biji  mengeluarkan
auksin ke bagian-bagian bunga sehingga merangsang pemben-
tukan  buah.  Dengan  demikian,  pemberian  auksin  pada  bunga
yang  tidak  diserbuki  akan  merangsang  perkembangan  buah
tanpa biji. Hal ini disebut partenokarpi.
2)
Dominansi  apikal
Dominansi apikal adalah pertumbuhan ujung pucuk suatu
tumbuhan yang menghambat perkembangan kuncup lateral di
batang sebelah bawah. Dominansi apikal merupakan akibat dari
transpor auksin ke bawah yang dibuat di dalam meristem apikal.
3)
Absisi
Daun  muda  dan  buah  muda  membentuk  auksin,  agar
Text Box: Image.google.co.id keduanya  tetap  kuat  menempel  pada  batang.  Tetapi,  bila
pembentukan auksin berkurang, selapis sel khusus terbentuk di
pangkal tangkai daun dan buah sehingga daun dan buah gugur.

Struktur Biji



Biji  adalah  alat  reproduksi,  penyebaran,  dan
kelangsungan  hidup  suatu  tumbuhan.  Selain  itu,
bagi  tumbuhan  berbiji,  biji  merupakan  awal  dari
kehidupan tumbuhan baru di luar induknya.
Jika  biji  tanaman  dikotil  seperti  kacang-
kacangan,  kamu  belah  menjadi  dua,  kamu  akan
mendapatkan struktur biji yang terdiri atas plumula,
hipokotil,   radikula,   kotiledon   dan   embrio.
Sedangkan,  struktur  biji  tanaman  monokotil,
misalnya  jagung  terdiri  atas  koleoptil,  plumula,
radikula, koleoriza, skutelum dan endosperma.
Bagian-bagian  biji  tersebut  mempunyai  fungsi  masing-
masing untuk pertumbuhan tanaman. Pada biji tanaman dikotil
maupun  monokotil,  plumula  merupakan  poros  embrio  yang
tumbuh  ke  atas  yang  selanjutnya  akan  tumbuh  menjadi  daun
pertama,  sedangkan radikula adalah poros embrio yang tumbuh
ke  bawah  dan  akan  menjadi  akar  primer.  Pada  tanaman
monokotil,  misalnya  jagung,  kotiledon  mengalami  modifikasi
menjadi skutelum dan koleoptil. Skutelum berfungsi sebagai alat
penyerap  makanan  yang  terdapat  di  dalam  endosperma,
sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula. Selain itu,
pada jagung juga terdapat koleoriza yang berfungsi melindungi
radikula.

Jumat, 13 April 2012

Spermatogenesis


Gamet  jantan  atau  sperma  dibentuk  dalam  kelenjar  yang
disebut  testis.  Testis  berfungsi  membentuk  sperma  dan
androgen  (hormon  jantan).  Sperma  dibentuk  dalam  epitelium
nutfah (Seminiferus tubules) yang terdapat dalam testis. Jaringan
epitelium  nutfah  disusun  oleh  lapisan-lapisan  sel  yang
memproduksi  sperma  yang  tersusun  berdasarkan  urutan
perkembangan  spermatogenesis,  mulai  spermatogonium  pada
lapisan  dasar  sampai  sperma  pada  lumen  tubuh.  Spermato-
gonium  tidak  langsung  bermeiosis  membentuk  gamet,  tetapi
melakukan  mitosis  terlebih  dahulu  untuk  memperbanyak
spermatogonium, kemudian membelah secara meiosis.